green generation
Rabu, 02 Oktober 2013
KUMPULAN PANTUN: Gurindam, pantun, seloka, syair, talibun, hikayat,...
KUMPULAN PANTUN: Gurindam, pantun, seloka, syair, talibun, hikayat,...: Gurindam, pantun, seloka, syair, talibun, hikayat, karmina - contoh gurindam, contoh karmina, contoh pantun dari pada saya kehabisan baha...
Senin, 02 September 2013
Rabu, 14 Agustus 2013
Perbedaan antara Sunni dan Syiah
Mungkin sering kita alami ketika hendak
mendaftar di suatu situs atau forum tertentu, pada saat mengisikan data
religion, lalu memilih muslim lantas kita akan dihadapkan pada pilihan
apakah kita termasuk muslim sunni atau muslim syiah..
Rasanya sebagian besar agan-agan sekalian sudah tau harus memilih muslim yang mana. Tapi ane pikir tidak sedikit juga agan-agan yang bingung dengan pilihan itu karena tidak tau perbedaan diantara keduanya..Nah jadi disini ane ingin coba berbagi sedikit ilmu dengan harapan dapat menambah pengetahuan agan-agan sekalian, jadi klo suatu saat ada orang nanya kita bisa jawab..
Apa perbedaan antara Sunni dan Syiah?
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Sunni dengan Syiah dianggap sekedar dalam masalahperbedaan Furuiyah (cabang-cabang agama), seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safii dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan?
Oleh karena itu, disaat Sunni bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah. Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah. Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafii.
Rukun Iman syiah berbeda dengan rukun Iman sunni, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitabhadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an sunni.
Apabila ada dari ulama syiah yang mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.Sehingga kerapkali ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Sunni dan Syiah
Ahlussunnah : Rukun Islam sunni ada 5:
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
Ahlussunnah : Rukun Iman sunni ada 6:
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir/hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5:
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Maad
Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam syiah.
Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam syiah, termasuk rukun iman. Karenanya orang yang tidak beriman kepada dua belas imam syiah dianggap sesat
Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Ahlussunnah : Para sahabat adalah golongan yang mulia dan tidak boleh dicaci
Syiah : Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati. Beliau adalah Ummul Muminin.
Syiah : Siti Aisyah difitnah dan dikafirkan.
Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasai
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana).
Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar).
Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
Ahlussunnah : Mutah (nikah kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah : Mutah sangat dianjurkan dan hukumnya halal
Ahlussunnah : Khamer/arak tidak suci.
Syiah : Khamer/arak suci.
Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah : Air yang telah dipakai istinja (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/batal shalatnya.
Ahlussunnah : Shalat jama diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syari.
Syiah : Shalat jama diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun. Jadi seringkali kaum syiah shalat tiga kali sehari.
Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
Demikian telah dituliskan beberapa perbedaan antara aqidah Sunni dan aqidah Syiah. Harapannya semoga agan dapat memahami benar-benar perbedaan tersebut dan jadi tergerak untuk mempelajari lebih jauh lagi. Selanjutnya agan sendiri yang mengambil keputusan dan sikap.
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah itu, disamping dalam Furuu (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/dasar agama)
(sumber)
Selasa, 06 Agustus 2013
coba2

Kali Pakin Sudah Berubah, Hanya Pak Jokowi Yang Bisa Begini - Eskavator dan truk digunakan untuk mengeruk lumpur dan sampah pada proyek normalisasi kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mengantisipasi banjir di Pluit, Pemprov DKI Jakarta memperdalam kali pakint hingga 5 meter, dari sebelumnya yang hanya sedalam 1,5 meter.
Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara. Puluhan warga berjejeran di sepanjang bantaran kali untuk menikmati situasi dan pemandangan yang tidak biasa di lokasi bekas lahan gusuran itu di sore hari.
Laki-laki, perempuan, tua-muda, dan anak-anak menyatu di sepanjang jalur yang sudah dicor semen untuk dijadikan jalan inspeksi. Masing-masing punya alasan berbeda untuk menjelaskan keberadaan mereka di situ.
"Akhirnya bisa lihat air Kali Pakin mengalir. Biasanya, kayak genangan yang enggak bergerak," kata Hasyim, warga RT 07 RW 07 Penjaringan yang ditemui Kompas.com di tepi Kali Pakin. Hasyim datang bersama istrinya, Sutina, untuk menikmati pemandangan yang tidak lazim menurut keduanya.
Daya tarik utama situasi baru di lokasi tersebut bagi Hasyim adalah melihat sungai mengalir. Mengaku datang dari Madiun, Jawa Timur, pada 2004, Hasyim mengaku baru melihat air Kali Pakin berfungsi normal sebagaimana seharusnya sebuah sungai. "Senang aja akhirnya bisa ngalir juga kali ini. Biar warnanya hitam, tapi jadi menarik karena airnya bisa ngalir kayak sungai di kampung saya," tambah Sutinah.
Sutinah mengungkapkan, kali yang mengarah ke Waduk Pluit itu sebelumnya sangat kotor. Air yang berwarna hitam pekat tidak terlihat bergerak lantaran dikepung tumpukan sampah. Lagi pula, sulit untuk melihat kondisi kali kaskusng saat ini, lantaran di sepanjang kiri-kanan bantaran berjejer rumah-rumah warga.
Motivasi berbeda dimiliki Sally (14).
Menurut pelajar SMP ini, daya tarik utama Kali Pakin saat ini adalah lapangnya kondisi sepanjang bantaran. Lingkungan yang dipadati pemukiman yang sangat rapat di sekelilingnya membuat keberadaan lahan terbuka yang lapang sangat bermanfaat untuk melepas penat. "Enakkan di sini, tempatnya luas dari pada di rumah panas dan sumpek," kata warga RT 08 RW 07 Penjaringan itu.
Tak berbeda jauh dengan Sally, seorang ibu tiga anak yang mengaku bernama Wati, mengaku datang ke bantaran kali karena anak-anaknya bisa bebas bermain di lokasi tersebut. Lokasi rumahnya yang terletak di pemukiman padat tidak membuat anak-anaknya leluasa bermain sebagaimana yang terlihat di sepanjang Jalan Pakin. "Lagian di sini ramai. Sambil awasi anak-anak bermain bisa ngobrol sama ibu-ibu yang lain," ujar Wati.
Pemerintah Kota Jakarta Utara telah menertibkan rumah-rumah penduduk yang berada di sepanjang tepi Kali Pakin. Penertiban dilakukan pada rumah-rumah yang berada di Jalan Pakin, di sisi selatan kali. Empat hari kemudian giliran rumah-rumah di Jalan Bakti, sisi utara kali yang ditertibkan.
Penertiban langsung diikuti dengan pembenahan jalan yang akan dijadikan jalur alternatif menuju Pluit. Untuk selanjutnya, akan dipasang lampu taman di sepanjang jalur tersebut. Proyek ini merupakan bagian dari program normalisasi Waduk Pluit.
Akan masih banyak perubahan selama Jokowi menjadi Gubernu DKI ini. Namanya juga akan menjadi Jakarta Baru.
Langganan:
Komentar (Atom)
